Manfaat Berbuat Baik bagi Kesehatan

Saat melihat seseorang berbuat baik dengan membantu orang lain, memang membuat hati kita menjadi hangat dan bahagia.

Selain pahala, berbuat baik secara spontan kepada orang lain ditinjau dari sains juga memberikan manfaat untuk kesehatan loh. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang melakukan perbuatan baik secara random, spontan kemungkinan akan mengalami sesuatu yang disebut sebagai ‘helper’s high’.

Mengutip Yahoo, Kamis (25/2/2021) dari artikel yang dipublikasikan dalam EXPLORE: The Journal of Science and Healing, konsep ‘helper’s high’ sebetulnya sudah ada sejak tahun 1980-an, dan semenjak itu dikonfirmasi melalui berbagi studi penelitian. Disebutkan, setelah seseorang berbuat baik kepada orang lain ada emosi positif yang muncul.

Dari kondisi psikologis tersebut, berhubungan dengan kesehatan yang lebih baik dan umur panjang. Kimiawi yang membuat perasaan nyaman tersebut, dikatakan telah terbukti menurunkan level depresi, meminimalkan stres, dan mengurangi gangguan kognitif di kemudian hari.

Berbuat kebaikan secara random dan spontan kepada orang lain, bisa membantu menurunkan tekanan darah. Dalam studi tahun 2015, menyelidiki apakah membelanjakan uang untuk diri sendiri atau orang lain berdampak lebih besar pada kesejahteraan seseorang secara keseluruhan.

Para peneliti mendapatkan, setelah studi penelitian selama enam pekan, orang-orang yang menghabiskan uang untuk beramal senilai USD40 untuk orang lain bukan hanya untuk diri sendiri telihat memiliki tekanan darah yang lebih rendah dan kesehatan jantung yang lebih baik.

“Temuan ini menunjukkan bahwa membelanjakan uang untuk orang lain membentuk kesehatan kardiovaskular, sehingga memberikan satu jalur di mana perilaku prososial meningkatkan kesehatan fisik di antara orang dewasa yang berisiko,” keterangan yang tertera dalam artikel yang diterbitkan di Health Psychology tersebut.

Selain itu, di studi penelitian berjudul Altruistic Behaviors Relieve Physical Pain yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) of The United States of America menemukan, meskipun berbuat baik yang berkaitan dengan materi finansial itu mahal tapi memang berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan dari orang yang melakukan kebaikan tersebut.

Orang-orang yang mendonasikan uang atau membantu orang lain secara finansial dalam kapasitas tertentu, cenderung tidak merasakan sakit akibat sengatan listrik.

Para peneliti mempelajari bahwa, reaksi otak terhadap rangsangan yang menyakitkan dapat langsung dinonaktifkan oleh pengalaman memberi atau beramal.

Berbuat kebaikan kepada orang lain, tak melulu harus dengan uang. Anda bisa melakukan kebaikan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, memuji supir Anda telah mengendarai dan memarkir kendaraan dengan baik, mendukung UMKM dengan berbelanja atau makan di restoran lokal, mengirim pesan berisi semangat kepada rekan kerja, atau sesimpel menuliskan komentar positif ketika berselancar di linimasa sosial media.

Sumber: https://lifestyle.okezone.com/

Related posts

Leave a Comment