Poliklinik Penyakit Kulit dan Kelamin

Secara umum, Poliklinik Penyakit Kulit dan Kelamin (sering disebut Poli Dermato-Venereologi) berfungsi sebagai unit pelayanan rawat jalan yang menangani berbagai masalah kesehatan terkait organ terluar tubuh manusia serta penyakit menular seksual.

Berikut adalah rincian fungsi utamanya:

1. Diagnosis dan Pengobatan Penyakit Kulit

Fungsi ini mencakup penanganan gangguan pada kulit, rambut, dan kuku, baik yang disebabkan oleh infeksi, alergi, maupun autoimun. Contohnya meliputi:

  • Infeksi: Jamur, bakteri (bisul), virus (herpes, kutil), dan parasit (skabies).

  • Non-Infeksi: Eksim/dermatitis, psoriasis, jerawat (acne), dan vitiligo.

  • Deteksi Dini: Skrining kanker kulit atau tumor jinak kulit.

2. Penanganan Penyakit Kelamin (Venereologi)

Poliklinik ini berfungsi mendiagnosis dan mengobati Infeksi Menular Seksual (IMS). Pelayanan ini biasanya bersifat konfidensial (rahasia) dan mencakup penyakit seperti:

  • Sifilis, gonore (kencing nanah), kutil kelamin, dan herpes genital.

  • Konseling edukasi mengenai pencegahan penularan penyakit seksual.

3. Tindakan Medis dan Bedah Kulit

Selain pemberian resep obat, poliklinik ini juga berfungsi melakukan tindakan medis kecil (minor surgery), seperti:

  • Biopsi kulit: Pengambilan sampel jaringan untuk pemeriksaan laboratorium.

  • Kauterisasi/Bedah Listrik: Menghilangkan kutil atau daging tumbuh.

  • Ekstraksi: Pengangkatan komedo atau kista kecil.

4. Pelayanan Estetika Medis (Kosmetik)

Banyak poliklinik kulit saat ini juga berfungsi memberikan layanan perbaikan penampilan kulit yang didasarkan pada prosedur medis, seperti:

  • Penanganan bekas luka atau flek hitam (hiperpigmentasi).

  • Prosedur peremajaan kulit (anti-aging).

5. Fungsi Edukasi dan Konsultasi

Memberikan pemahaman kepada pasien mengenai cara menjaga kesehatan kulit, penggunaan produk perawatan yang tepat, serta cara mencegah kekambuhan penyakit alergi.


Penting untuk diketahui: Saat ini, di banyak rumah sakit Indonesia, nama poliklinik ini mulai bertransformasi menjadi Poliklinik Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE) sesuai dengan nomenklatur spesialisasi terbaru.

Related posts

Leave a Comment