Poliklinik Bedah

Secara umum, Poliklinik Bedah adalah unit layanan di rumah sakit yang menangani konsultasi, diagnosis, hingga tindakan medis pada pasien yang memiliki penyakit atau kondisi yang memerlukan intervensi pembedahan (operasi).

Berikut adalah rincian fungsi utama Poliklinik Bedah:

1. Konsultasi dan Diagnosis

Ini adalah fungsi awal di mana dokter spesialis bedah melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara medis (anamnesa).

  • Identifikasi Masalah: Menentukan apakah penyakit pasien memerlukan tindakan operasi atau cukup dengan terapi obat.

  • Pemeriksaan Penunjang: Merujuk pasien untuk tes laboratorium, Rontgen, USG, CT Scan, atau MRI guna memastikan diagnosis.

2. Persiapan Tindakan Operasi (Pre-Operative)

Sebelum pasien masuk ke ruang operasi, poliklinik berfungsi sebagai tempat persiapan, meliputi:

  • Pemeriksaan kondisi fisik menyeluruh untuk memastikan pasien aman menjalani pembiusan.

  • Pemberian edukasi mengenai prosedur operasi, risiko, dan proses penyembuhan.

  • Pengisian dokumen persetujuan tindakan medis (Informed Consent).

3. Tindakan Bedah Kecil (Minor Surgery)

Tidak semua tindakan dilakukan di kamar operasi besar. Poliklinik bedah sering kali memiliki ruangan khusus untuk prosedur kecil dengan bius lokal, seperti:

  • Pengangkatan kutil atau tumor jinak kecil (seperti lipoma atau ateroma).

  • Penjahitan luka terbuka atau pembersihan luka terinfeksi.

  • Ekstirpasi (pengangkatan) kuku yang cantengan.

4. Perawatan Pasca-Operasi (Post-Operative)

Fungsi ini sangat krusial untuk memastikan pemulihan pasien berjalan baik setelah keluar dari rumah sakit, meliputi:

  • Kontrol Luka: Mengganti perban, membersihkan luka operasi, dan mengangkat jahitan.

  • Pemantauan Pemulihan: Mengevaluasi apakah organ yang dioperasi sudah berfungsi normal kembali.

  • Manajemen Nyeri: Mengatur dosis obat pereda nyeri selama masa penyembuhan di rumah.

5. Skrining dan Deteksi Dini

Poliklinik bedah juga berfungsi untuk mendeteksi potensi penyakit berbahaya sejak dini, misalnya mendeteksi benjolan pada payudara (bedah onkologi) atau masalah pada saluran pencernaan (bedah digestif).


Jenis-Jenis Spesialisasi di Poliklinik Bedah

Tergantung besar kecilnya rumah sakit, Poliklinik Bedah biasanya dibagi lagi menjadi beberapa subspesialisasi, seperti:

  • Bedah Umum: Usus buntu, hernia, ambeien, dan benjolan umum.

  • Bedah Orthopedi: Masalah tulang, sendi, dan ligamen.

  • Bedah Urologi: Masalah saluran kemih dan ginjal.

  • Bedah Onkologi: Khusus penanganan tumor dan kanker.

  • Bedah Digestif: Fokus pada sistem pencernaan.

Related posts

Leave a Comment